|
Dari Batang Banyu hingga Padang Panjang, Ilusi Kesejahteraan Batubara |
|
|
|
|
Written by Dwitho Frasetiandy
|
|
Thursday, 22 July 2010 |
Dari Batang Banyu hingga Padang Panjang, Ilusi Kesejahteraan Batubara.
Membicarakan tambang batubara di Kalimantan Selatan sepertinya tidak akan pernah habis kecuali kalau memang ketika batubaranya telah habis, hampir sama seperti rokok, ketika sudah habis baru lah dia tidak akan dihisap lagi.
Banyak yang beranggapan –umumnya kalangan penguasa dan pengusaha- bahwa pertambangan batubara akan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang berada di sekitar areal pertambangan batubara, benar kah?. Sepertinya harus kita pikirkan ulang untuk hal itu. Perjalanan saya selama sehari ke dua desa yang selama ini berada di areal kawasan pertambangan batubara jelas sekali menggambarkan tidak ada pengaruh siginifikan terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar tambang. Karena selama ini perhitungan keuntungan ataupun dampak ekonominya hanya berdasarkan ekonomi makro yang tentu saja hanya sebagian orang saja yang paham akan hal ini. Seperti kisah perjalanan saya dengan seorang jurnalis tabloid ekonomi berbasis di Jakarta baru-baru ini.
|
|
Last Updated ( Thursday, 22 July 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Organisasi Rakyat dan Gerakan Sosial |
|
|
|
|
Written by Arie Sujito
|
|
Friday, 11 June 2010 |
Di jaman orde baru, tindakan negara yang melarang warganya berorganisasi melalui disain state corpratism, yakni hanya mengalirkan aspirasi rakyat ke dalam kanal-kanal lembaga bentukan pemerintah telah melahirkan petaka. Rakyat tidak berdaya karena terkerangkeng oleh otoriterisme, dan sistem politik tidak lebih sebagai ajang dominasi sang pemilik otoritas. Fungsinya sebagai penyumbat kebebasan warga. Tak heran, jika politik berasosiasi sebagai pentas mobilisasi, bersemayamnya kesadaran semu, ajang represi, praktik kooptasi dan manipulasi. Pada saat itu, organisasi warga ibarat boneka, dimainkan oleh penguasa yang bertindak sebagai dalang pada drama akrobatik. Nafsu kekuasaan adalah menjinakkan kesadaran rakyatnya. (Mas’oed, 1989) |
|
Last Updated ( Friday, 11 June 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Barito Utara Lirik Listrik Mikro Hidro |
|
|
|
|
Written by Kompas.com
|
|
Tuesday, 08 June 2010 |
|
|
|
Last Updated ( Friday, 11 June 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
CHE GUEVARA SI BUNG DARI LATIN |
|
|
|
|
Written by koko
|
|
Friday, 28 May 2010 |
Ia bertualang dari satu negara ke negara lain. Semangat kepahlawan dan keteguhan prinsipnya menjadi simbol perlawanan kaum marjinal terhadap kapitalis. Berbicara tentang revolusi di Tanah Latin, tidak dapat dipungkiri nama Che Guevara menjadi legenda abadi. ERNESTO (CHE) GUEVARA, ROSARIO - ARGENTINA (1928) |
|
Last Updated ( Friday, 28 May 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Perspektif Spiritual Capital dalam Menata Lingkungan |
|
|
|
|
Written by Radar Banjarmasin
|
|
Friday, 29 September 2006 |
Oleh: Dr. Muhammad H, MS* APA itu spiritual capital? Apa hubungan spiritual capital dengan persolan lingkungan? Dua deret pertanyaan tersebut hanya merupakan sebuah ilustrasi bahwa betapa sebagian besar dari kita telah terkontaminasi oleh cara pandang (paradigma) ideologi logosentrisme, yaitu ideologi yang hanya mengakui “kemanunggalan” nilai dalam hidup manusia yakni nilai material. Bagi logosentrisme, ilmu dan ekologi (lingkungan) adalah wawasan profonitas (dunia) yang tidak ada sangkut pautnya dengan spiritual. Ilmu dan ekologi adalah sebuah instrumentasi yang dimiliki manusia untuk mengakumulasi kekayaan material (material oriented) untuk memuaskan dahaga ego diri manusia yang individualistik, ia tidak terkait dengan nilai rahman (cinta, kasih), rahim (sayang) terhadap sesama manusia, mahluk lain dan apalagi yang spiritual -transendental, seperti SC (spiritual capital). |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Previous 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 11 |